Back to Kompasiana
Artikel

Blog Kemerdekaan

Andri

adalah seorang mahasiswa Hubungan Internasional di salah satu Universitas Negeri di Indonesia

Cerita Kemerdekaan

OPINI | 20 August 2010 | 02:14 Dibaca: 56   Komentar: 0   0

Ayo kawan! Mendekatlah kepadaku! Kan kuceritakan kepadamu suatu negeri yang sangat menarik! Menarik untuk di dengar, menarik untuk di lihat, dan menarik untuk di kaji.

Negeri ini adalah negeri yang terindah di dunia. Negeri yang jaya, elok, cantik, dan rupawan. Negeri ini mempunyai lautan yang luas, pantai yang indah, hutan yang rindang dan lebat, pemandangan yang menyejukkan mata, flora dan fauna yang beragam, penduduk yang ramah dan tamah, dan berbagai keindahan lainnya yang tidak bisa tergambarkan. Ada banyak ras dan suku yang tinggal di negeri yang penuh damai ini. Tapi jangan salah kawan, mereka semua bersatu. Mereka semua diikat oleh Burung Garuda yang meneriakkan Bhineka Tunggal Ika.

Negeri yang indah ini sangat disukai oleh siapapun, kawan. Hingga banyak orang yang ingin menguasainya. Orang-orang memperebutkannya. Hingga suatu masa, negeri ini dijajah. Penduduk asli negeri ini dipenuhi dengan penderitaan. Mereka di adu domba, dikerja paksa, dianiaya, dan tidak diperlakuakan secara prikemanusiaan. Hak mereka tidak terpenuhi kawan, kewajiban mereka pun sudah melebihi batas kewajiban. Malang sekali ya, kawan.

Ternyata penduduknya pintar kawan! Mereka tidak bodoh, mereka tidak ingin berada dalam penderitaan selamanya. Kamu tau apa yang mereka lakukan, kawan? Mereka mengusir penjajah-penjajah itu! Walaupun mereka tidak mempunyai benteng pertahanan untuk perang, tapi mereka mempunyai hutan yang lebat untuk bergerilya. Walaupun mereka tidak mempunyai meriam dan senjata api untuk berjuang, tapi mereka mempunyai bambu kuning yang tertanam subur di hutan. Mereka ambil bambu kuning itu, dan mereka runcingkan ujungnya. Dan mereka siap berperang dan berjuang dengan mengorbankan harta, keluarga, bahkan jiwa raga. Luar biasa ya kawan! Mereka mempunyai semangat yang gigih ya untuk menang.

Namun ternyata tidak berhenti disana kawan. Setelah bambu runcing mengusir sang penjajah, mereka kembali lagi. Lebih parahnya lagi, mereka tidak hanya menjajah secara fisik , tapi juga secara fikiran. Sang penjajah menyusun perjanjian-perjanjian yang menguntungkan mereka dan merugikan bangsa ini. Kasihan sekali ya negeri ini.

Tapi ternyata penduduk dalam negeri ini tidak hanya petani dan nelayan, kawan! Ternyata ada orang-orang yang luar biasa yang bisa mengatasi perlawanan itu. Mereka sungguh hebat kawan! Ada yang bisa berbahasa asing dengan lancar sekali, ada yang mampu memimpin perang dengan menggunakan senjata yang canggih, ada yang hebat berdiplomasi, ada dokter yang hebat, ada ulama yang shaleh, dan deretan orang-orang hebat lainnya. Luar biasa ya negeri ini! Tidak hanya alamnya yang indah, orang-orangnya pun canggih-canggih. Dan karena mereka pula penjajah-penjajah tadi terusir kawan! Akhirnya negeri ini merdeka kawan! Mereka memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, dan menamakan negerinya dengan Indonesia. Nama yang Indah ya, kawan!

Setelah negeri ini merdeka , ternyata negeri ini tidak semakin baik. Entah apa sebabnya. Tapi kabarnya negeri ini terserang virus korupsi. Malang nya nasib negeri ini ya, kawan! Ada-ada saja yang mengaggunya.

Tidak hanya itu kawan, lautan yang tadinya luas, lama-lama berkurang. Di ambil oleh tetangga-tetangganya yang rakus. Tapi karena sifat dasar orang dinegeri ini baik, mereka membiarkannya kawan! Hutannya juga sudah tidak lebat lagi kawan. Pohon-pohonnya sering kebakaran dan ditebang. Pantai yang indah dan pemandangan yang menyejukkan mata pun sudah jarang kawan. Sampah berserakan dimana-mana. Merusak keindahan yang ada disana. Faunanya juga sudah mulai punah. Penduduknya memburu dan membunuh mereka.

Bisakah engkau bayangkan, kawan? Negeri yang dulu elok dan rupawan, sekarang sudah mulai hilang. Malangnya negeri ini ya, kawan!

Tapi kawan, aku yakin, negeri ini bisa memperbaiki semuanya. Aku yakin negeri ini akan kembali jaya, elok, cantik, dan rupawan. Negeri ini akan kembali indah bak surga dunia, dan negeri ini akan kembali damai sejahtera. Karena mereka masih mempuyai satu hal yang bisa memperbaiki permasalahan negeri ini. Sesuatu yang belum aku sebutkan sebelumnya, yaitu Pancasila. Dirgahayu Indonesia!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 8 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: