Back to Kompasiana
Artikel

Puasa Dulu Baru Lebaran

Abdi Husairi Nasution

Lebih suka menjadi diri sendiri. Anakku memanggilku 'Yanda'. Sisiku yang lain bisa diobok-obok di www.yandakasyfi.blogspot.com selengkapnya

Es Lengkong, Minuman Khas Orang Medan di Bulan Puasa

HL | 07 August 2010 | 02:31 Dibaca: 3252   Komentar: 11   1

Lengkong atau cincau hitam

Lengkong atau cincau hitam

Es Lengkong menjadi minuman khas di Kota Medan, kota tempatku lahir dan dibesarkan, ketika bulan puasa. Di bulan ini, aroma khas es Lengkong akan sangat terasa di atas meja makan. Bagiku es Lengkong sangat identik dengan bulan puasa, karena Emakku selalu menghidangkannya saat berbuka puasa. Rasanya menyegarkan dan mampu menghapus dahaga setelah seharian berpuasa, sedang lengkongnya sendiri sangat baik bagi lambung setelah seharian tak diisi makanan.

Lengkong sangat lembut, kenyal seperti agar-agar atau puding, warnanya hitam pekat berbentuk gel. Orang-orang di daerah lain seperti Jawa menyebutnya cincau hitam. Menurut informasi yang kuperoleh dari situs wikipedia dan lainnya, Lengkong atau cincau hitam itu adalah ekstrak tanaman janggelan (mesona palutris) yang telah dikeringkan. Jenis tanaman ini mampu menghasilkan cincau hitam. Daun janggelan mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya.

Es Lengkong

Es Lengkong

Jadi, tak heranlah kalau cincau hitam mengandung mineral dan karbohidrat dalam jumlah lumayan, mengandung vitamin A, B1, C, kandungan kalori rendah, dan memiliki khasiat menurunkan panas badan, panas dalam, mencegah gangguan pencernaan seperti diare dan perut mual, menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan berat badan. Semua manfaat dari lengkong tersebut disebabkan karena adanya kandungan serat larut air yang terdapat di dalamnya. Hebatnya lagi, kandungan serat larut air itu dapat mengikat kadar gula dan lemak sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, dan sebagainya. Ekstrak cincau hitam juga memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dari vitamin E.

Proses pembuatan es Lengkong sendiri sangat mudah dan sederhana, Lengkong dipotong dalam bentuk kotak-kotak kecil, kemudian dicampur dalam air hangat/panas yang sudah diberi gula secukupnya, biarkan beberapa saat (sekitar 10-15 menit) agar gula meresap dalam Lengkong. Setelah itu tambah air dingin secukupnya,  dan beri es biar lebih menyegarkan, es Lengkong pun siap dinikmati sebagai pembuka puasa.

Tags: buka sahur

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 4 jam lalu

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 11 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 12 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: