Back to Kompasiana
Artikel

Puasa Dulu Baru Lebaran

Sri Budiarti

A Drop of ink can move a million people to think

Unjung-unjung, Tradisi Lebaran yang Sangat Dinantikan Anak-anak

HL | 31 August 2010 | 11:54 Dibaca: 399   Komentar: 52   9

http://www.google.co.id/imgres

http://www.google.co.id/imgres

Lebaran masih minus sepuluh hari lagi akan tetapi kesibukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H tahun ini, sudah terasa sekali. Pasar sudah mulai menggeliat, ramai dengan pernak-pernik keperluan lebaran mulai dari baju, sepatu, aksesoris, kue-kue, sampai pada perhiasan. Baik pasar tradisional maupun mall-mall para pengunjung sudah mulai berdesakan.

Lebaran adalah hari istimewa yang senantiasa dinanti setelah menunaikan ibadah Puasa Ramadhan sebulan penuh. Di Jawa Timur ada tradisi yang sangat dinantikan oleh anak-anak setiap lebaran tiba, namanya unjung-unjung. Istilah ini sepertinya berasal dari kata kunjung atau mengunjungi, sehingga muncullah istilah unjung-unjung.

Pagi hari pada tanggal 1 Syawal Umat Islam menunaikan ibadah Sholat Ied (Idul Fitri) yang dilakukan secara berjamaah di halaman masjid atau tanah lapang guna menyempurnakan ibadah Puasa Ramadhan yang telah dilakukan selama satu bulan penuh, yang diakhiri dengan panjatan doa bersama serta ucapan syukur atas segala nikmat Allah SWT. Sepulang dari Sholat Ied biasanya dilanjutkan dengan acara nyekar bersama ke makam keluarga untuk mendokan agar ahli kubur (orang tua, saudara, anak, dst) diberikan tempat yang layak di sisiNya.

Setelah sampai di rumah acara selanjutnya adalah sungkeman dan bermaaf-maafan dengan seisi keluarga, mohon maaf atas segala kesalahan dan khilaf serta saling mendoakan agar semua anggota keluarga diberi kesehatan, keselamatan, penuh berkah, anak-anak diberikan kepandaian dan selalu berbakti kepada orang tua. Acara keluarga diakhiri dengan menyantap makan pagi bersama yang biasanya dengan hidangan special hari raya yaitu ketupat lebaran.

http://www.google.co.id/imgres

http://www.google.co.id/imgres

Nah, setelah semua acara tersebut berakhir, satu-satunya acara yang dinanti-nantikan anak-anak adalah acara unjung-unjung. Tanpa perlu ada yang mengintruksi, mereka kontan saling berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil teman sebaya mengunjungi orang-orang tua di kampung. Mereka biasanya disuguhi kue-kue, permen, dan minuman yang manis-manis. Tentu saja yang mereka tunggu adalah pemberian sangu. Biasanya uang sangu ini adalah uang yang masih baru dengan nominal seribu, dua ribu, lima ribu, atau sepuluh ribu rupiah. Dari pintu ke pintu mereka mengumpulkan uang sangu tersebut hingga dalam jumlah yang lumayan banyak. Dengan wajah-wajah yang sumringah mereka menghitung lembar demi lembar uang sangu yang didapat. Hal inilah, acara yang hanya ada pada saat lebaran tiba, adalah acara yang sangat dinanti-nantikan itu.

Para orang tuapun dengan senang hati menyediakan uang recehan ini untuk menyenangkan hati anak-anak sekaligus bersodaqoh.. Makanya setiap menjelang lebaran, selama sebulan masyarakat berupaya melakukan penukaran uang kertas baik melalui bank-bank terdekat, bahkan harus rela melakukan penukaran uang melalui jasa penukaran uang di pinggir jalan dengan potongan harga yang lumayan tinggi, konon nilai tukarnya di luaran jika lebaran sudah semakin dekat begini sampai pada Rp 125.000,00 per seratus ribunya. Bayangkan berapa keuntungan yang mereka raup untuk jasa penukaran ini, fantastis! Itulah hebatnya acara unjung-unjung.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuna Netra, Tuna Rungu, dan Tuna Wicara yang …

Mbah Ukik | | 23 May 2015 | 09:25

Langkah Ekspatriat Spanyol Menuju Kursi …

Ardiansyah | | 23 May 2015 | 18:26

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Fitriya N A Dewi, Peneliti Daun Katuk untuk …

Gapey Sandy | | 20 May 2015 | 20:03

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 3 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 4 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 5 jam lalu

500 Becak Disiapkan Menjemput Tamu …

Niken Satyawati | 6 jam lalu

Skripsi, Thesis, Disertasi dan Budaya …

Amirsyah | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: